Friday, June 15, 2012

Renungan Pagi Menyelamatkan Nyawa Sebuah Keluarga


Nyanyikanlah bagi Tuhan nyanyian baru! Sebab Tuhan berkenan kepada umatNya, la memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan. 

Mazmur 149 :1-4.

Buku Mazmur ditutup dengan satu nasihat "Biarlah segala yang bernapas memuji Tuhan". Menyanyi adalah salah satu bentuk pujian, dan alasan memuji TUHAN melalui menyanyi adalah...."Sebab TUHAN berkenan kepada umatNya". 

Merupakan kesukaan bagi Allah mengirimkan malaikat-Nya untuk menolong dan melindungi umat-Nya, Allah juga senang menerima ucapan terimakasih dan pujian dari umat-umat-Nya melalui doa dan nyanyian.

Berikut ini cerita tentang Faole dan caranya memuji Tuhan. Ketika Faole beranjak tua, ia ingin tinggal di pegunungan di mana ia dibesarkan. Jadi ladang misi baru dibuka di desa Enevologo. dan Faole menjadi misionaris di sana. lamembangun gereja baru.

 Menjelang gereja itu diresmikan, pihak musuh, pada Perang Dunia II, menyerang pegunungan itu. Mereka membunuh setiap orang yang diduga berpihak kepada Aliansi dan membakar desa mereka. Ketika musuh semakin mendekati tempat mereka, Faole memerintahkan kepada penduduk desanya untuk melarikan diri. 

Saat itu anak-anak kandung Faole sudah dewasa semua, tetapi Faole mengambil beberapa anak yatim untuk tinggal bersama-sama dengan dia. Faole bersembunyi tidak jauh dari desanya sehingga ia tetap dapat mengawasi keadaan desanya. Faole pergi ke seberang sungai dan membangun gubuk di dalam hutan. Pada hari Sabat malam, Faole bermimpi bahwa bahaya datang mendekat. Jadi sebelum fajar menyingsing, Faole membawa semua anak-anak yang bersama dengan dia bersembunyi di hutan. 

Beberapa menit kemudian, pesawat-pesawat musuh menjatuhkan bom di desa Enevologo dan desa itu hancur berantakan. Tak lama kemudian, tentara-tentara Aliansi memasuki hutan untuk mencari musuh yang bersembunyi. "Ada musuh di sana," bisik salah seorang tentara sambil menunjuk sebuah gubuk rumput yang rapi. 

Para tentara ini mendengar orang-orang yang sedang berbicara dari dalam gubuk itu. "Mereka pasti pimpinan dan para staff musuh: bisik seorang tentara. Mereka mengarahkan senjata mereka ke arah pintu gubuk bersiap menarik pelatuk bila ada orang yang keluar dari gubuk itu. Menit berikutnya mereka mendengar suara nyanyian ''Jalan serta Yesus slalu sejahtera...." "Aman," kata pemimpin pasukan Aliansi itu. "Tidak ada musuh di gubuk itu". Dan memang tak ada musuh di gubuk itu! Mereka adalah Faole dan anak-anak angkatnya yang sedang memuji Tuhan pada kebaktian pagi mereka. 

Jadikanlah suatu kebiasaan untuk memuji Tuhan dalam kebaktian keluarga kita. 

0 comments:

Post a Comment