Friday, July 17, 2015

Apakah Hari Minggu adalah hari yang Suci?

Thursday, July 2, 2015

Monday, June 1, 2015

CARA MENDAPATKAN KEBAHAGIAAN



Jika kekayaan bisa membuat orang bahagia, tentunya Adolf Merckle, orang terkaya dari Jerman, tidak akan menabrakkan badannya ke kereta api.

Jika ketenaran bisa membuat orang bahagia, tentunya Michael Jackson, penyanyi terkenal di USA, tidak akan meminum obat tidur hingga overdosis.

Jika kekuasaan bisa membuat orang bahagia, tentunya G. Vargas, presiden Brazil, tidak akan menembak jantungnya sendiri.

Jika kecantikan bisa membuat orang bahagia, tentunya Marilyn Monroe, artis cantik dari USA, tidak akan meminum alkohol dan obat depresi hingga overdosis.

Jika kesehatan bisa membuat orang bahagia, tentunya Thierry Costa, dokter terkenal dari Perancis, tidak akan bunuh diri, akibat sebuah acara di televisi.

Ternyata, bahagia atau tidaknya hidup seseorang itu, bukan ditentukan oleh seberapa kayanya, tenarnya, cantiknya, kuasanya, sehatnya atau sesukses apapun hidupnya.

Tapi yang bisa membuat seseorang itu bahagia adalah dirinya sendiri.. mampukah ia mau mensyukuri semua yang sudah dimilikinya dalam segala hal…

“Kalau kebahagiaan bisa dibeli, pasti orang-orang kaya akan membeli kebahagiaan itu. dan kita akan sulit mendapatkan kebahagiaan karena sudah diborong oleh mereka.”

“Kalau kebahagiaan itu ada di suatu tempat, pasti di belahan lain di bumi ini akan kosong karena semua orang akan ke sana berkumpul di mana kebahagiaan itu berada .”

Untungnya kebahagiaan itu berada di dalam hati setiap manusia. Jadi kita tidak perlu membeli atau pergi mencari kebahagiaan itu.

Yang kita butuhkan adalah Hati yang Bersih dan Ikhlas serta Pikiran yang Jernih, maka kita bisa menciptakan rasa “Bahagia” itu kapan pun, di manapun dan dengan kondisi apapun.”

Tuesday, May 5, 2015

Majalah Online Adventist World 2015





Sunday, May 3, 2015

Khotbah-Khotbah Rohani (Powerpoint / Word)

Selamat datang di halaman Download/Unduh Khotbah-Khotbah Rohani.

Di halaman ini kita dapat mengunduh Khotbah-Khotbah yang dapat digunakan dalam pelayanan dalam Kebaktian dan lain sebagainya. Sebagian besar bahan-bahan ini adalah dalam bentuk Outline/garis besar, kita dapat mengeditnya dengan bebas sesuai dengan kebutuhan masing-masing. 

Untuk membuka file-file Khotbah ini, sebaiknya menggunakan Microsoft Office 2010 atau 2013.

Selamat belajar dan selamat melayani TUHAN!


Yesaya  55:11 
demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

2 Timotius 3:16,17
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

(Klik pada judul untuk mengunduh langsung)


17. Daud Mengalahkan Goliad (5 Batu Licin), 16mb



16. YESUS Menenangkan Angin Ribut, 46mb





15. Elia di Gunung Karmel (Berani Karena Benar), 31mb


























7.  Doa (Disertai dengan Kutipan-kutipan Roh Nubuat), Powerpoint, 8mb










5.  Anak yang Hilang, Powerpoint, 18mb





4.  Setia Sampai Mati (Kisah kesetiaan para rasul) Powerpoint, 20 mb






3.  Umat yang Sisa, Powerpoint, 9 mb







2.  Orang Samaria yang Baik Hati (Dual Language), Powerpoint, 14 mb







1.  Perumpamaan Tentang Seorang Penabur (Dual Language), Powerpoint,18mb







Download Software Rohani

Selamat datang di halaman Download/Unduh Software Rohani.

Di halaman ini kita dapat mengunduh software-software yang berhubungan dengan Alkitab, Al-Quran, pelayanan dalam Kebaktian dan lain sebagainya.

File-file ini kami kemas dalam Format RAR untuk memudahkan proses unduhan, untuk mengekstraknya kita dapat menggunakan beberapa software seperti: Winrar, Winzip, Izarc, ataupun 7-zip, dan kami juga telah menyediakannya di alamat link berikut ini:

1. Winrar  (Dalam proses)
2. IzArc  (Dalam proses)
3. 7-Zip  (Dalam proses)

Sebelum mengextract file, silahkan non aktifkan Antivirus di komputer anda, beberapa Antivirus akan mendeteksi Keygen yang disertakan sebagai ancaman (Virus/Malware/Spyware), tetapi kami sudah memeriksanya dan Keygen yang disertakan adalah aman.

Selamat mengunduh dan selamat melayani TUHAN!

(Klik pada judul untuk mengunduh langsung)


1.   Alkitab Rohani 2.0  :  Untuk PC/Notebook  : 312 mb




2.  E.G. White Reasearch : Untuk PC/Notebook : 493 mb




3.   Al-Quran Digital : Untuk PC/Notebook : 9 Mb




4.   Easy Worship V.14 : Untuk PC/Notebook : 20 mb





Tuesday, March 31, 2015

Pelajaran Sekolah SABAT Triwulan 2 2015


















Saturday, December 27, 2014

Friday, November 14, 2014

Gajah Dan 7 Orang Buta

Dahulu kala, terdapatlah seorang raja yang mengalami kerepotan dengan para menterinya. Mereka terlalu banyak berbantah sehingga nyaris tak satupun keputusan dapat diambil. Para menteri itu mengikuti tradisi politik kuno, masing-masing menyatakan bahwa dirinyalah yang paling benar dan yang lainnya salah. Meskipun demikian, ketika sang raja yang penuh kuasa menggelar perayaan festival umum, mereka semua bisa sepakat untuk cuti bersama.

Festival yang luar bisa itu digelar di sebuah stadion besar. Ada nyanyian dan tarian, akrobat, badut, musik dan banyak lagi. Dan di puncak acara, di kerumunan banyak orang, dengan para menteri yang tentunya menempati tempat duduk terbaik, sang raja menuntun sendiri gajah ke tengah arena. Di belakang gajah itu berjalanlah tujuh orang buta yang telah diketahui oleh umum sebagai orang-orang yang buta sejak lahir.

Sang raja meraih tangan orang buta pertama, menuntunnya untuk meraba belalai gajah itu dan memberitahunya bahwa itulah gajah. Raja lalu membantu orang buta kedua untuk meraba gading sang gajah, orang buta ketiga meraba kupingnya, yang keempat meraba kepalanya, yang kelima meraba badannya, yang keenam meraba kaki, dan yang ketujuh meraba ekornya, lalu menyatakan kepada masing-masing orang buta bahwa itulah yang dinamakan gajah.

Lalu raja kembali kepada si buta pertama dan memintanya untuk menyebutkan dengan lantang seperti apakah gajah itu.

"Menurut pertimbangan dan pendapat saya yang ahli ini," kata si buta pertama, yang meraba belalai gajah, "saya nyatakan dengan keyakinan penuh bahwa seekor ‘gajah’ adalah sejenis ular, marga python asiaticus."

"Sungguh omong kosong," seru si buta kedua yang meraba gading gajah. "Seekor ‘gajah’ terlalu keras untuk dianggap sebagai seeokr ular. Fakta sebenarnya, dan daya tak pernah salah, gajah itu seperti bajak petani."

"Jangan melucu," cemooh si buta ketiga yang meraba kuping gajah. "Seekor ‘gajah’adalah seperti daun kipas yang besar."

"Kalian idiot tak berguna!" tawa si buta keempat yang meraba kepala gajah. "Seekor ‘gajah’sudah pasti adalah sebuah gentong air yang besar."

"Mustahil! Benar-benar mustahil!," cibir si buta kelima yang meraba badan gajah. "Seekor ‘gajah’adalah sebuah batu karang besar."

"Dasar orang-orang picik!" seringai si buta terakhir yang meraba ekor gajah. "Aku akan memberitahu kalian apa sebenarnya ‘gajah’ itu. Seekor gajah adalah semacam pecut pengusir lalat. Aku tahu, aku dapat merasakannya."

"Sampah! Gajah itu seekor ular.". "Tidak bisa! Itu gentong air!". "Bukan! Gajah itu… " Dan para buta itu pun mulai berbantah dengan sengitnya, semuanya bicara berbarengan, menyebabkan kata-kata melebur menjadi teriakan-teriakan yang lantang dan panjang. Tatkala kata-kata penghinaan mulai mengudara, lantas datanglah jotosan. Para buta itu tidak yakin betul siapa yang mereka jotos, tetapi tampaknya itu tidak terlalu penting dalam tawuran semacam itu. Mereka sedang berjuang demi pronsip, demi integritas, demi kebenaran. Kebenaran masing-masing pada kenyataannya.

Saat prajurit raja melerai tawuran membuta diantara orang-orang buta itu, kerumunan hadirin di stadion terpaku diam dan wajah para menteri tampak malu. Setiap orang yang hadir menangkap pesan yang ingin disampaikan oleh raja melalui pelajaran itu.

Seringkali kita tidak memahami sesuatu kebenaran di Alkitab secara keseluruhan, kita bahkan lebih suka melihatnya sebagian-sebagian, padahal maknanya jelas melenceng dari kebenaran yang sesungguhnya dan kebenaran yang sesungguhnya itu seringkali hanya dapat diperoleh melalui penyelidikan dan pengetahuan yang lengkap terhadap suatu konteks pelajaran yang dipelajari.