Tuesday, July 10, 2012

Lidah

"Betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.....Lidah adalah api; ia sendiri dinyalakan
oleh api neraka." Yakobus 3:5,6.

Pada suatu sore tanggal 8 Oktober, 1871, Mrs. O'Leary, yang tinggal di pinggir barat kota Chicago, menyalakan lampu minyak tanahnya kemudian keluar ke kandang memerah sapinya. la mengikat kepala sapi itu disebuah tiang, kemudian meletakkan lampunya di lantai, kemudian duduk di kursi kecilnya dan mulai memerah sapi. 

Karena satu sebab sapi itu tidak mau menurut malam itu, dan tiba-tiba, tanpa diduga-duga, sapi itu menendang dengat ganas. Mengenai lampu minyak tanah itu, dan menyebabkan Mrs. O'Leary kehilangan keseimbangannya, dan sebelum dia bisa mengangkat jerami yang ada di lantai, jerami sudah terbakar. Tidak banyak yang bisa dia lakukan karena dalam waktu yang- sangat cepat kandang itu sudah terbakar. 

Hujan tidak turun untuk beberapa minggu; rumput disekitar kandang semuanya kering, dan angin kencang bertiup mambawa bara api ke rumah-rumah yang ada disekitar situ. Kebanyakan rumah-rumah di Chicago pada jaman itu terbuat dari kayu jadi dalam waktu singkat semuanya dilahap api dengan tidak terkendali. 

Api dengan cepat menjalar kearah sungai Chicago, dan menyeberangi sungai dan api mengamuk kemana-mana, mula-mula ke bagian selatan dan kemudian ke bagian utara. Daerah sekitar 5 km persegi habis terbakar, 17,500 bangunan bernilai sekitar Rp 196 miliar. Sekitar 300 orang mati terbakar dan ribuan orang kehilangan rumah. Semua itu dimulai dari lampu minyak tanah yang kecil yang harusnya menjadi berkat!

Rasul Yakobus mengatakan kebenaran ketika dia berkata, "Lidah itu api." Tuhan bermaksud menciptakan lidah kita untuk membawa berkat, untuk mengucapkan kata-kata yang baik, untuk menolong, untuk membuat orang lain gembira; tapi bila kita membiarkan lidah kita menggosip dan mengkritik dan mengatakan saksi dusta, nama baik orang bisa hancur, persahabatan bisa hancur, dan harapan yang mulia bisa menjadi debu. 

Alkitab berbicara tentang "karunia lidah." Saya ingat pendeta G.B. Starr, seorang pionir kita, mengatakan, "Karunia yang kita semua butuhkan adalah karunia mengendalikan lidah kita." Dan saya rasa itu benar bukan?

Jangan pernah membiarkan lidahmu mengucapkan sesuatu tentang orang lain kalau kamu tidak tahu bahwa itu benar, bahwa itu baik, dan bahwa itu akan membawa kebaikan bila diceritakan pada orang lain.

0 comments:

Post a Comment