Friday, July 20, 2012

Aku akan datang Kembali



"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada." Yohanes 14:1-3.


Douglas MacArthur di Little Rock, Arkansas, 26 Januari 1880. Dia tamat dari US Military Academy di West Point pada tahun 1903. 


Setelah mencapai karir yang sukses dia ditugaskan menjadi penasehat militer di Philippine Commonwealth yang Baru dibentuk tahun 1935. Pada tanggal 7 Desember 1941, musuh tiba-tiba menyerang Pearl Harbor, di Hawai, yang memaksakan Amerika Serikat ikut perang dunia II. Di pihak yang kuat, tentara Amerika di Philipina sedang mengalami kekalahan sementara, dan pada bulan Maret, 1942, Jendral MacArthur diperintahkan untuk pergi ke Australia untuk menjadi komandan dari semua tentara bagian Pasifik Selatan dan harus melakukan persiapan untuk memerdekakan pulau-pulau itu dari tangan musuh.

Pada saat dia meninggalkan Corregidor pada malam hari dalam sebuah kapal torpedo angkatan laut, dia mengatakan pada orang Philipina, "Aku akan kembali!" kata-kata yang sangat indah! Dibisikkan dari tempat perlindungan ke tempat perlindungan, dari desa ke desa, dari penjara ke penjara, dari rumah sakit ke rumah sakit. "Dia akan datang lagi!" Orang-orang mengenal Douglas MacArthur. Mereka percaya dia akan datang kembali, dan dalam waktu kurang dari dua tahun, tanggal 20 Oktober 1944, dia datang kembali.

Kedatangannya menyebabkan musuh takut tapi membawa kegembiraan bagi orang-orang yang menderita. Langkah demi langkah pasukannya maju; pulau demi pulau dibebaskan, dan dalam 6 bulan Philipina sudah bebas! Hanya mereka yang ada disana yang bisa melukiskan kegembiraan itu. Tahanan dibebaskan; keluarga­-keluarga disatukan kembali. Orang-orang menangis gembira dan berdansa di jalan-jalan. 


Akan lebih indah dari itu saat Yesus datang lagi nanti. Dia berkata bahwa Dia akan datang. Percayalah! Dia akan datang satu hari nanti, dan segera. Hari itu akan menjadi hari yang sangat menggembirakan!

0 comments:

Post a Comment