Friday, August 24, 2012

Jangan Khawatir


Seorang pemuda miskin dari Inggris ingin menjadi orang yang kaya. Ia mengumpulkan uang pondsterling demi pondsterling, bermaksud untuk mengadu nasib di benua Amerika. Dia berpikir di Amerika pasti pekerjaan yang membutuhkan tenaganya. Setelah uang terkumpul, ia lalu berkemas meninggalkan negaranya dan pergi ke negeri impian menggunakan kapal laut.

Uang yang ia miliki hanya pas-pasan, hanya cukup untuk membeli tiket saja. Hari pertama di dalam kapal ia merasa lapar, tapi dia tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli makanan. Akhirnya ia tahan rasa laparnya. Dan hal ini berlangsung selama tiga hari. Di hari yang ketiga ia tidak kuat lagi menahan rasa laparnya. Ia berpikir, "Aku lapar sekali. Lebih baik aku turun dan makan. Soal bayar, bagaimana nanti saja yang penting aku makan dulu."

Pemuda itu turun ke restoran yang ada di dalam kapal tersebut, dan dia memesan makanan yang sangat banyak. Setelah ia menyantap dengan lahapnya, ia merasa kenyang dan bersikap seperti orang yang memiliki uang. Ia pun memanggil pelayan yang sudah menyiapkan makanannya tadi. "Pelayan, berapa jumlahnya yang harus kubayar?", tanyanya dengan sedikit was-was karena kalau tidak dapat membayar ia akan dipukuli oleh "jagoan" kapal atau dimasukkan ke dalam gudang sampai kapalnya berlabuh.

Pelayan menjawab sambil tersenyum, "Tenang tuan, tidak usah membayar satu sen pun. Sebab ketika tuan beli tiket kapal ini, itu sudah termasuk makan tiga kali dalam sehari!" Betapa kagetnya pemuda itu, padahal ia sudah menahan lapar selama 3 hari.

Mungkin kita mengatakan betapa bodohnya pemuda itu. Kenapa ia tidak bertanya ketika membeli tiket itu? Padahal seringkali kita pun melakukan seperti apa yang dilakukan pemuda itu. Kok bisa? Ya, karena terkadang kita takut akan kebutuhan kita sehari-hari: keperluan anak sekolah, biaya untuk makan, kebutuhan rumah tangga dan berbagai keperluan lainnya. Coba kita renungkan hal ini. Yesus mati di kayu salib bukan hanya untuk menyediakan tempat di surga saja, tetapi seluruh aspek kehidupan kita di dunia ini sudah Ia sediakan. Bahkan Ia sediakan berlimpah-limpah.

Jadi harusnya tidak ada alasan lagi untuk cemas akan penghidupan ini. Tidak ada lagi untuk takut, karena ada tertulis, "Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus".

Biar Dia yang bekerja dan kita melakukan bagian yang harus kita lakukan yaitu percaya pada janji-Nya. Tidak ada yang lebih indah dalam hidup ini selain percaya dan menyerahkan hidup kita ke dalam tangan-Nya.

0 comments:

Post a Comment